MEDIA PEMBELAJARAN | ANIMASI DRAWING
MENYAJIKAN CERITA FANTASI
Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII - K13 (Revisi 2016)

4.4  Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita fantasi secara lisan dan tulis dengan memperhatikan struktur dan penggunaan bahasa
·      merencanakan pengembangan cerita fantasi menulis cerita fantasi dengan memperhatikan pilihan kata, kelengkapan struktur, dan kaidah penggunaan kata kalimat/ tanda baca/ejaan

Cerita fantasi merupakan salah satu genre cerita yang sangat penting untuk melatih kreativitas. Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural/ kemisteriusan, keghaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Cerita fantasi adalah cerita fiksi bergenre fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa. Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata. Tema fantasi adalah majic, supernatural atau futuristik.

Gambar Contoh cerita fantasi : 
                                           

A.   Ciri Umum Teks Narasi
1.    Narasi merupakan cerita fiksi yang berisi perkembangan kejadian/ peristiwa.
2.    Rangkaian peristiwa dalam cerita disebut alur. Rangkaian peristiwa dalam cerita digerakkan dengan hukum sebab-akibat. Cerita berkembang dari tahap pengenalan (apa, siapa, dan dimana kejadian terjadi),timbulnya pertentangan, danpenyelesaian/akhir cerita. Rangkain cerita ini disebut alur.
3.    Tokoh dan watak tokoh merupakan unsur cerita yang mengalami rangkaian peristiwa.
4.    Narasi memiliki tema/ ide dasar cerita yang menjadi pusat pengembangan cerita. Tema dapat dirumuskan dari rangkaian peristiwa pada alur cerita.
5.    Amanat merupakan unsur cerita yang menjadi pesan pengarang melalui ceritanya. Amanat berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan yang dapat disimpulkan dari isi cerita.
6.    Ada keajaiban/ keanehan/ kemisteriusan
Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural/ kemisteriusan, keghaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Cerita fantasi adalah cerita fiksi bergenre fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa. Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata. Tema fantasi adalah majic supernatural atau futuristik.
7.    Ide cerita
Ide cerita terbuka terhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata. Ide juga berupa irisan dunia nyata dan dunia khayali yang diciptakan pengarang. Ide cerita terkadang bersifat sederhana tapi mampu menitipkan pesan yang menarik.Tema cerita fantasi adalah majic, supernatural atau futuristic
8.    Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)
Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak tidak ada pada kehidupan sehari-hari. Alur dan latar cerita fantasi memiliki kekhasan. Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu.
9.    Tokoh unik (memiliki kesaktian)
Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh memiliki kesaktian-kesaktian tertentu. Tokoh mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari . Tokoh mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu. Tokok dapat ada pada seting waktu dan tempat yang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan datang/ futuristik).
10. Bersifat fiksi
Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi diberi fantasi. Tokoh dan latar difantasikan dari hasil observasi objek dan tempat nyata.
11. Bahasa
Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal).

B.   Jenis Cerita Fantasi
1.    Cerita Fantasi Total dan Irisan
Jenis cerita fantasi berdasarkan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata ada dua kategori fantasi total dan fantasi sebagian (irisan).
a.    Pertama, kategori cerita fantasi total berisi fantasi pengarang terhadap objek/ tertentu. Pada cerita kategori ini semua yang terdapat pada cerita semua tidak terjadi dalam dunia nyata. Misalnya, cerita fantasi Nagata itu total fantasi penulis. Jadi nama orang, nama objek, nama kota benar-benar rekaan pengarang.
b.    Kedua, cerita fantasi irisan yaitu cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang ada dalam dunia nyata, atau peristiwa pernah terjadi pada dunia nyata.
2.    Cerita fantasi Sezaman dan Lintas Waktu
Berdasarkan latar cerita, cerita fantasi dibedakan menjadi dua kategori yaitu latar lintas waktu dan latar waktu sezaman.
a.    Latar sezaman berarti latar yang digunakan satu masa (fantasi masa kini, fantasi masa lampau, atau fantasi masa yang akan datang/ futuristik).
b.    Latar lintas waktu berarti cerita fantasi menggunakan dua latar waktu yang berbeda (misalnya, masa kini dengan zaman prasejarah, masa kini dan 40 tahun mendatang/ futuristik) .

C.   Struktur cerita fantasi dan contoh pola pengembangannya ;
1. Orientasi ; pengenalan tokoh, latar, watak tokoh, dan konflik
a.    Dikembangkan dari deskripsi latar
“Tiga rumah bergaya kerucut menyambut mataku. Ketika aku memandanginya satu persatu, ternyata rumah itu memiliki model yang sama. Hanya satu hal yang membedakan ketiga rumah itu. Warna pintunya. Setiap pintu mengikuti gradasi warna seperti yang kulihat di cuctom calor laptopku.”
b.    Dikembangkan dari pengenalan tokoh
“Alien itu berhidung mancung. Dengan hidungnya yang menjulang, ia mengendus sekeliling. Sepertinya ia bingung dan mencoba mengenali tempatnya tempat baru. Matanya yang sebesar biji kemiri berkedip-kedip memamerkan matanya yang kehijauan. Aku tahu dia bukan manusia sepertiku. Tapi ia datang bukan untuk mengganggu.”
c.    Dikembangkan dari pengenalan konflik
“Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah keraitu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku menelitinya dan tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam.

2. Komplikasi ; Berisi hubungan sebab akibat sehingga muncul masalah hingga masalah itu memuncak.
a.    Dikembangkan dengan menghadirkan tokoh lain
“Tiba-tiba seorang alien yang berukuran lebih besar datang. Perutnya buncit dan bibirnya berwarna merah. Matanya merah. Alien berhidung besar itu tiba-tiba mengeluarkan cahaya merah dari tangannya yang membuat alien kecil kepanasan.”
b.    Dikembangkan dengan mengubah latar
“Laut yang tadinya tenang dan berwarna biru muda kehijauan bergelombang berbuih. Gerakan air itu
menandakan sedang ada yang terjadi di dunia samudera. Aku harus memeriksa apa yang terjadi. Aku tak ingin melihat warga bumi terluka karena pertempuran samudera.”
c.    Dikembangkan dengan melompat pada zaman yang berbeda (masa lampau atau masa depan)
“Di tengah saya asyik mengamati candi, tiba-tiba bumi bergoncang dan bluuum! Saya terdorong ke sebuah tempat kemilau yang serba keemasan. Baunya harum dan indah. Sebuah kerajaan megah ada di hadapanku.”

3. Resolusi ; Berisi penyelesaian masalah dari konflik yang terjadi.
a.    Dikembangkan dengan lompatan waktu
Dua tahun kemudian, Farta telah sampai di galaksi Andromeda dan bertemu dengan Ozi. Ia akhirnya menemukan saudaranya di planet yang berbeda. Perjalannya tak sia-sia.
b.    Dikembangkan sebab- akibat yang unik
Setelah saya menyebutkan semua perilaku baik yang pernah saya lakukan, pintu terbuka. Dan tanpa kuduga saya sudah berada di depan meja belajarku. Akhirnya, Doni bisa kembali ke dunia asalnya.
c.    Dikembangkan dengan surprise (kejutan)
“Hoooaaii....” Putri Candy menguap.Puteri terbangun dari tiga tahun tidur panjangnya.

D.   Ciri kebahasaan pada Cerita Fantasi
1.    Penggunaan kata ganti dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan (aku, mereka, dia, Erza, Doni)
2.    Penggunaan kata yang mencerap panca indera untuk deskripsi latar (tempat, waktu, suasana) Contoh deskripsi latar tempat Tiga rumah bergaya kerucut menyambut mataku. Emas dan berlian bertaburan di dinding rumah itu. Laboratorium berantakan. Semua peralatan pecah. Aneh hanya laptopku yang masih menyala. Latar suasana Setetes air mata pun jatuh dari wajah Sang Ratu. Tak sepatah kata pun terdengar dari bibirnya. Kamar yang megah ini terasa sunyi dan penuh kesedihan.Latar waktu Tengah malam tak ada bintang di langit itu. Mendung hitam nampak mengumpal. Lolongan anjing bersahut-sahutan menyambut malam yang semakin larut.
3.    Menggunakan pilihan kata dengan makna kias dan makna khusus. Contoh 1 ;  Alien itu berhidung mancung. Dengan hidungnya yang menjulang ia mengendus sekeliling.
4.    Kata sambung penanda urutan waktu Kata sambung urutan waktu setelah itu, kemudian, sementara itu, bersamaan dengan itu, tiba-tiba, ketika, sebelum, dan sebaginya. Penggunaan kata sambung urutan waktu untuk menandakan datangnya tokoh lain atau perubahan latar, baik latar suasana, waktu, dan tempat. Contoh:
  Setelah buku terbuka aku terseret pada masa lampau.
  Dua tahun kemudian, Farta telah sampai di Planet Mars dan bertemu dengan Tatao.
  Akhirnya,Farta dapat menyelamatkan diri dari terkaman raksasa.
a.    Penggunaan kata/ ungkapan keterkejutan Penggunaan kata/ ungkapan keterkejutan berfungsi untuk menggerakkan cerita (memulai masalah)
Contoh
   Tiba-tibaseorang alien yang berukuran lebih besar datang.
   Tanpa didugabuku terjatuh dan halaman terbuka menyeret Nabila pada dunia lain.
   Di tengah kebahagiaannyadatanglah musibah itu.
a.    Penggunaan dialog/ kalimat langsung dalam cerita
“Raksasa itu mengejar kita!” teriak Fona kalang kabut. Aku ternganga mendengar perkataan Fona. Aku segera berlari.

E. Langkah menulis cerita fantasi :
1. Menemukan Ide Penulisan
     Bagaimana menemukan ide cerita fantasi?
·   Menemukan ide dengan mengamati objek nyata lalu diberi imajinasi.
·  Menemukan ide cerita fantasi dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap objek/ peristiwa di sekitar kita.
2. Penggalian Ide Cerita Fantasi dari Membaca
Ide cerita fantasi juga dapat diperoleh melalui membaca buku pengetahuan/buku ilmiah tentang ruang angkasa, hewan langka, biografi tokoh dan seterusnya. Galilah ide dengan membuat fantasi dari topik lingkungan, kecanggihan teknologi, para pahlawan, atau topik lain yang menarik perhatianmu!
3. Membuat Rangkaian Peristiwa
Dari ide yang sudah kamu temukan, buatlah rangkaian peristiwa sehingga tercipta cerita fantasi yang unik.
4. Mengembangkan Cerita Fantasi
Dari deretan peristiwa yang sudah dirancang kemudian dikembangkan watak tokoh, latar, dialog antartokoh yang sehingga menjadi cerita secara utuh. Berfantasilah seakan-akan kamu mengembara pada 100 tahun yang akan datang dengan kecanggihan teknologi yang luar biasa atau kondisi lingkungan yang sudah sangat tercemar/ rusak. Atau juga kamu dapat menghadirkan tokoh sejarah bangsa yang kamu temui. Dapat juga kamu ciptakan dunia sendiri tentang kehancuran bumi pada 50 tahun yang akan datang. Dunia luar angkasa dapat juga menjadi sumber ide cerita fantasimu. Beragam dunia teknologi di masa depan, dunia luar angkasa, tokoh-tokoh sejarah dan sejarah masa lampau dapat kamu jadikan ide penulisanmu. Bahkan campuran beberapa zaman dapat kamu padukan dalam ceritamu.
5.  Berilah judul yang menarik untuk cerita yang kamu kembangkan.
6.  Menelaah untuk Merevisi
     Telaah hasil tulisanmu dengan panduan yang disiapkan gurumu atau menggunakan panduan yang ada pada buku ini! Minta masukan pada teman dan gurumu!
7.  Memublikasikan
     Pajang hasil karyamu di majalah dinding atau unggah di media sosial. Hias dengan kata dan gambar yang menarik. Jadikan kumpulan cerita fantasi siswa di kelasmu atau dibukukan sendiri-sendiri dan diberikan perpustakaan sekolahmu sebagai koleksi. Lakukan pameran untuk menampilkan karya-karyamu. Gurumu akan memandu pameran karyamu dan tiap siswa wajib membaca minimal dua karya siswa lain dan memberi komentar serta penghargaan.

Selamat! Apapun teks yang kamu susun adalah hasil karya sendiri! Orang hebat adalah orang yang berupaya berkarya sendiri (bukan plagiasi)! Publikasikan karyamu pada majalah sekolah atau kamuunggah di blog kamu!

F.    Aspek yang harus diperhatikan dalam Deskripsi Cerita Fantasi
1.    Judul
·       Apakah judul menggambarkan keseluruhan isi teks?
·       Apakah judul singkat, padat, dan jelas?
2.    Orientasi
·            Apakah ada perkenalan tentang para pelaku, terutama pelaku utama, apa yang dialami pelaku, dan di mana peristiwa itu terjadi?
3.    Komplikasi
·       Apakah muncul konflik, para pelaku bereaksi terhadap konflik, kemudian konflik meningkat?
·       Apakah pengarang membangun konflik dengan cara yang menarik?
·       Konflik batin ataukah fisik?
·       Apakah konflik mencapai puncaknya?
·       Apakah puncak konflik tersebut dikemas dengan cara yang unik, menarik, atau mengesankan?
4.    Resolusi
·       Apakah konflik terpecahkan dan terdapat penyelesaiannya?
·       Penyelesaian bersifat terbuka (pembaca dibebaskan untuk melanjutkan akhir ceritanya) atau tertutup (pengaranglah yang menunjukkan akhir ceritanya)?
·       Apakah penyelesaiannya menarik atau mengesankan?
5.    Amanat atau Moral (Tersurat/Tersirat)
·       Apakah ada pesan-pesan moral yang disuarakan pengarang?
·       Apakah pesan-pesan itu disampaikan secara tersurat atau tersirat?
·       Apakah pesan-pesan itu disampaikan secara wajar, tidak menggurui?
6.    Orisinalitas ide
       Apakah karyamu asli hasil idemu sendiri dan belum pernah ada sebelumnya?
·  Asli tetapi modifikasi.
7.    Kreativitas pengembangan cerita
·       Apakah peristiwa yang dikembangkan rinci dan unik?
·       Apakah pilihan kata dalam cerita menarik?
·       Apakah dialog-dialog yang dikembangkan menarik dan menghidupkan cerita?
Cut (Slide)
Storyline (Alur Cerita)
Aset Visual (Gambar)
Narasi (Voice Over) dan Musik Ilustrasi
Perkiraan Durasi
1
Opening Title



2
Definisi Cerita Fantasi



3
Langkah Menyajikan Cerita Fantasi



4




5





Berikut adalah video yang menyangkut pembelajaran  MEDIA PEMBELAJARAN | ANIMASI DRAWING dengan materi MENYAJIKAN CERITA FANTASI di https://www.youtube.com/watch?v=6oA3gjd4jmA&t=21s

REFERENSI
Harsiati, Titik dkk. 2016 (edisi revisi). Bahasa Indonesia Kelas VII. Jakarta. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.



Comments

  1. se detail ini penjelasan materi nya, luar biasa. semoga dapat memberikan informasi yg lain yg masih banyak org blm paham. terima kasih, keren banget 👍🏼

    ReplyDelete
  2. Terima kasih ilmunya. Mohon izin saya share mata pelajaran ini.

    ReplyDelete
  3. sangat bermanfaat sekali.. terimakasih share ilmunya.. bisa jadi pegangan bagi org yg ingin mengembangkan gagasan kreatif dlm membuat cerita fantasi..... mantapp

    ReplyDelete
  4. Terimasih teh. Materinya sangat baik

    ReplyDelete
  5. Terima kasih karena ilmu dari web ini sangat mudah di pahami dan sangat bagus dalam penyajian materi

    ReplyDelete
  6. Terimakasih teh, ilmunya sangat bermanfaat terutama untuk para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional🙏

    ReplyDelete
  7. ilmunya sangat bermanfaat dengan pemaparan yang jelas dan sangat berguna bagi anak anak yang ingin belajar lewat internet

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

STRUKTUR TEKS LAPORAN HASIL PERCOBAAN